Nggak serius atau clueless?

3:55 PM

Waktu masa kampanye Pilkada kemarin, mulai dari debat antar jubir cagub, debat antar timses sampai cara kampanye kedua kubu, jelas banget kelihatan kalau Ahok nggak punya apa yang Anies punya. Efektivitas kampanye. 


Kelihatan jelas banget mulai dari pemilihan jubir. Ahok pilih Sophia Latjuba. Anies pilih Pandji. Sophia Latjuba itu public figure yang subtle cara komunikasinya. Nggak pernah frontal apalagi berapi-api. Nggak ada basic public speaking pula. Sementara Pandji Pragiwaksono, well, dia baru aja selesai tur dunia (yang judul turnya, epic nih, Juru Bicara) stand up comedy. Semua orang juga tau skill utama yang dijual comic itu adalah public speaking dan mengolah hasil observasi mundane menjadi gold. Ah, kalah telak. Tim Ahok pilih Sophia jadi jubir tapi yang lebih sering disuruh tampil malah Ruhut Sitompul. Sosok meledak-ledak dengan public speaking skill minus, sering ngomong nggak ada juntrungan dan nggak lucu. Kalau cuma menjual kenyentrikan Ruhut yang membelot dari partainya buat dukung Ahok, ya nggak akan bisa lah lawan Pandji dan Rahayu Saraswati di acara sekelas Mata Najwa.

Entah tim Ahok nggak serius memandang sesi-sesi seperti itu atau memang mereka clueless. 

Yang paling menggemaskan adalah cara kampanye. Ahok itu barang bagus. Anies itu barang defect yang harus dijual dengan pintar. Dan cara kampanye kedua kubu kemarin, membuktikan Ahok barang bagus yang tidak dijual dengan serius. Disaat citra sebagai penista agama justru kental di kalangan masyarakat bawah, mereka malah berkampanye di medsos dan flashmob di mal. Disaat harusnya masyarakat bawah "diopeni" selama kampanye, malah artis-artis kelas atas yang gencar menyerukan dukungan. Sementara itu kubu Anies dengan luwesnya masuk ke pemukiman-pemukiman kumuh dengan Reboan nya. Entah apa saja yang disampaikan di sesi Reboan mereka yang sangat directly targeted, casual dan accessible itu. Yang pasti setiap 1 sesi Reboan, saya yakin kubu Ahok kehilangan dukungan minimal 20 orang. Dan Ahok Djarot asyik main bottle flip.

Nggak serius atau clueless sih? 

Sekarang disaat bola panas semakin liar, kebakaran tidak terhindarkan. Opini dan desakan publik menjadi salah satu penyebab Ahok dipenjara. Apa supporter Ahok sudah "insyaf" mengambil langkah-langkah semu tidak berguna dibandingkan cara nyata untuk merubah situasi? Kelihatannya sampai saat ini sih belum. Tapi semoga akan.

Penulis: ibu-ibu pengamat yang gemas melihat kenyataan tapi belum bisa melakukan banyak saat ini. Tunggu anak saya sudah SMP ya!

You Might Also Like

0 responses so far..